Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2010

ABSTRAK - ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN ATAS BAURAN PEMASARAN PADA SUPERMARKET MILLENIUM DI NATAR LAMPUNG SELATAN

Bisnis ritel tidak hanya menjual produk atau barang tetapi juga pelayanan kepada pelanggannya. Oleh karena itu kepuasan pelanggan menjadi kunci sukses sebuah strategi pemasaran. Kepuasan pelanggan diharapkan menghasilkan company loyality dan pembelian berulang (repeat purchase atau product repurchase). Supermarket Millenium telah melaksanakan strategi bauran pemasaran tetapi masalah yang dihadapi adalah belum tercapinya target yang diinginkan oleh perusahaan. Permasalahan timbul karena strategi bauran pemasaran yang dilaksanakan belum dapat memenuhi harapan sehingga pelanggan belum merasa puas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dan tingkat kepentingan atas strategi bauran pemasaran yang dilaksanakan oleh supermarket Millenium. Hipotesis dari penelitian ini adalah penerapan bauran pemasaran oleh supermarket Millenium belum memenuhi tingkat kepuasan pelanggan. Metode penelitian ini menggunakan metode survey menggunakan kuesioner untuk mewawancarai responden. Sampel di

MENAKERTRANS TERBITKAN PERATURAN PENEMPATAN TKI

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) menerbitkan empat peraturan menteri yang mengatur tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Jakarta, 18/8 (Antara/FINROLL News) - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) menerbitkan empat peraturan menteri yang mengatur tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Penerbitan peraturan itu menyusul amar putusan Mahkamah Agung RI yang mencabut Permennakertrans No 22 tahun 2008 tentang Pelaksanaan Penempatan dan Perlindungan TKI di luar negeri, kata Direktur Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri, Depnakertrans, Abdul Malik Harahap di Jakarta, Selasa. "Penerbitan empat peraturan menteri ini untuk mengisi kekosongan peraturan tentang penempatan dan perlindungan TKI, setelah MA mencabut Permen 22/2008," katanya dalam Sosialisasi Peraturan Perundangan Bidang Penempatan dan Perlindungan TKI. Mahkamah Agung mencabut Permennakertrans No 22 tahun 2008, karena pe

Analisis Potensi Wilayah Untuk Pengembangan Usaha Sapi Potong Di Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Strategi pembangunan peternakan mempunyai prospek yang baik dimasa depan, karena permintaan akan bahan-bahan yang berasal dari ternak akan terus meningkat seiring dengan permintaan jumlah penduduk, pendapatan dan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi pangan bergizi tinggi sebagai pengaruh dari naiknya tingkat pendidikan rata-rata penduduk (Santosa, 1997). Pembangunan dan pengembangan tersebut salah satunya adalah pembangunan di bidang pertanian yang meliputi pembangunan di bidang peternakan, peternak dimana salah satu usaha peternakan yang banyak di lakukan oleh masyarakat di pedesaan adalah beternak sapi potong, yang berbntuk usaha peternakan rakyat. Berkaitan dengan hal tersebut, perlu diidentifikasi alternatif pola pola pengembangan peternakan rakyat yang mempunyai skala usaha yang ekonomis yang mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan keluarga yang cukup memadai. Dalam perspektif kedepan, usaha peternakan rakyat harus mengarah menopang

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA SAHAM STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Memperkirakan harga saham pada masa yang akan datang dapat dilakukan dengan mengestimasi nilai faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham di masa yang akan datang. Dengan demikian langkah penting dalam memprediksi harga saham adalah dengan mengidentifikasi faktor-faktor fundamental (seperti penjualan, pertumbuhan penjualan, biaya, dividen tunai, dan sebagainya) yang diperkirakan akan mempengaruhi harga saham. Dividen tunai sangat berpengaruh terhadap nilai saham melalui penciptaan keseimbangan di antara dividen saat ini dan laba ditahan sehingga mampu memaksimalkan nilai saham. Jika perusahaan bersangkutan menjalankan kebijakan untuk membagikan tambahan dividen tunai maka akan cenderung meningkatkan harga saham, namun jika nilai dividen terlalu tinggi maka makin sedikit dana yang tersedia untuk reinvestasi sehingga tingkat pertumbuhan perusahaan yang diharapkan untuk masa mendatang akan rendah, dan hal ini akan menurunkan harga saham. Nilai sah

PELAKSANAAN MONITORING PEMBIAYAAN MUROBAHAH DI PT. BMI TBK.. CABANG KEDIRI

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam upaya mencapai tujuan pembangunan yang dilakukan, baik kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter yang dilakukan oleh pemerintah yaitu di bidang perbankan.Bank sebagai badan usaha yang berorientasi pada pencapaian keuntungan (Profit Oriented) dan pemerintah sebagai agent of diploma yang memberikan kesempatan bagi pihak-pihak yang berkeinginan menghimpun sebuah usaha yang berawal dari masyarakat dan melepaskan kembali ke masyarakat yang berupa pembiayaan atau pembiayaan. Adapun jenis bank yang berkembang di Indonesia dewasa ini ada dua jenis bank yaitu Bank Syari’ah dan Bank Konvensional. Bank Syari’ah adalah salah satu bank umum yang berkembang di Indonesia yang ikut memberikan dukungan dalam pembangunan ekonomi di Indonesia melalui pembiayaan kepada nasabah dan memberi fasilitas jasa-jasa perbankan untuk menunjang aktifitas ekonomi rakyat. Namun, sistem yang ditawarkan kedua bank tersebut dalam prinsipnya berbeda. Bank konvensional lebih bers

Riwayat keluarga dan kejadian akne vulgaris

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Riwayat keluarga dicerminkan sebagai proses turun temurun dari suatu karakteristik melalui suatu gen. Proses transfer karakteristik biologi dari orang tua kepada anaknya melalui gen sebagai pembawa informasi biologi disebut herediter atau genetik (Wikipedia, 2006b). Terdapat 2 pola penurunan genetik, yaitu pola penurunan genetik tunggal dan penurunan multifaktorial. Pola penurunan multifaktorial dipengaruhi oleh banyak gen (poli gen) yang terkena , tidak mengikuti aturan hukum Mendel, serta munculnya dipengaruhi oleh faktor lingkungan (Boediardja, 2004). Beberapa studi menunjukkan bahwa faktor genetik mempengaruhi timbulnya akne (Simpson dan Cunliffe, 2004). Pada kembar identik, resiko terjadinya akne vulgaris sangat tinggi, termasuk distribusi dan ragam dari akne vulgaris (Plewig, Jansen dan Kligman, 2000). Akne vulgaris adalah penyakit dari unit kelenjar pilosebasea. Penyakit ini dapat terjadi ringan, berupa komedo atau papula, dapat juga t

SISTEM PERWALIAN BERBASIS WEB

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah meningkatkan taraf hidup dan kemudahan aktivitas manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu dampak teknologi yang paling dirasakan saat ini adalah dalam bidang manajemen dan informasi, termasuk di dalamnya pengolahan dan penyimpanan sebuah data. Dengan semakin pentingnya pengolahan dan penyimpanan sebuah data untuk menjembatani dan menjadi pengantar informasi antara pihak pengguna aplikasi dan pengguna informasi. Terus berkembangnya teknologi, mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat, kebutuhan hidup pun berubah, salah satunya kebutuhan akan media informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan. Dalam sistem pendidikan sudah dikenal sistem pendidikan “online”. Sistem tersebut bertujuan agar seorang mahasiswa pada contohnya dapat memiliki sistem informasi perwalian antara mahasiswa dengan dosen wali secara mandiri. Oleh karena itu, sistem yang tepat untuk menjembataninya adalah sistem

OPTIMALISASI EKSPOR TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL INDONESIA KE AMERIKA SERIKAT MELALUI PENERBITAN SURAT KETERANGAN ASAL (SKA) PERIODE TAHUN 2008 (Studi K

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi yang cepat dan dinamis mendorong terjadinya globalisasi dunia. Globalisasi membawa perubahan terhadap tatanan kerjasama dan persaingan bisnis serta peranan pemerintah diberbagai penjuru dunia. Selain itu kegiatan ekonomi, perdagangan, dan investasi menjadi begitu transparan dan mudah melewati batas geografis suatu negara. Perusahaan dan orang mancanegara banyak melakukan perdagangan internasional atau yang sering disebut perdagangan ekspor impor yang disebabkan oleh adanya perbedaan dalam harga (faktor penawaran) serta pendapatan dan selera ( faktor permintaan) antar Negara, selain itu juga suatu negara sulit untuk dapat memenuhi sendiri seluruh kebutuhannya tanpa kerja sama dengan negara lain dan adanya keterbatasan suatu negara untuk menghasilkan atau memproduksi suatu barang dan jasa. Perdagangan Internasional mempunyai nilai ekonomi yang penting, yang sangat bermanfaat dan baik bagi perkemb

PENGGUNAAN LETTER OF CREDIT (L/C) PADA PT. KUSUMAHADI SANTOSA DI JATEN KARANGANYAR

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perdagangan melewati batas negara (pabean) terjadi karena setiap negara berbeda dengan negara lain ditinjau dari sudut sumber alam, iklim, letak geografis, penduduk, keahlian, tenaga kerja, harga, keadaan dan struktur ekonomi dan sosial. Perbedaan itu menimbulkan perbedaan barang yang dihasilkan, biaya yang diperlukan, serta mutu/kualitas dari negara yang lebih unggul dalam memproduksi hasil tertentu karena suatu negara mempunyai kombinasi faktor-faktor produksi lebih baik dari negara lainnya. Perdagangan luar negeri terjadi karena kebutuhan barang/jasa tidak terdapat pada suatu negara atau negara itu memperoleh barang dan jasa relatif murah dan lebih baik mutunya dari negara lain. Indonesia telah memasuki pembangunan ekonomi jangka panjang yang merupakan proses peningkatan dan penyempurnaan dari ekonomi sebelumnya, yang selama ini telah kita capai dengan segala daya dan usaha sehingga apa yang menjadi tujuan dari pembangunan nasional dan per

Sikap ibu rumah tangga terhadap penyuluhan gizi dalam pemenuhan gizi balita di wilayah binaan puskesmas I Gatak kecamatan Gatak kabupaten Sukoharjo

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah kekurangan konsumsi pangan bukanlah merupakan hal yang baru, namun masalah ini tetap aktual terutama di negara-negara sedang berkembang sebab mempunyai dampak yang sangat nyata terhadap timbulnya masalah gizi. Salah satu faktor yang menyebabkan keadaan ini terjadi adalah bertambahnya jumlah penduduk diberbagai negara sedang berkembang yang cenderung meningkat terus, sedangkan pertambahan produksi pangan belum mampu mengimbanginya walaupun telah diterapkan beragam teknologi mutakhir (Suhardjo, 2003). Dalam beberapa dasawarsa belakangan ini lahan pertanian dunia telah berkembang, namun demikian kebanyakan dari lahan tersebut tergolong sulit untuk diusahakan tanpa adanya biaya produksi yang berarti. Selain itu karena pertambahan penduduk yang sangat cepat, lahan per kapita menjadi lebih kecil. Hal ini menyebabkan masalah kurang gizi meningkat (Suhardjo, 2003). Masalah gizi kurang, banyak dialami oleh balita yang merupakan generasi penerus. Hal ini

PERANAN ILMU PENGETAHUAN DALAM PENGEMBANGAN KEENERGIAN DI INDONESIA

OLEH: Prof. Dr. SAMAUN SAMADIKUN KETUA LIPI PENYUNTING Dr. Ir. SYARIFUDDIN ISMAIL HASIL-HASIL KONFERENSI ENERGI III UNIVERSITAS SRIWIJAYA PALEMBANG, 5-6 JULI 1990 PROGRAM PENELITIAN DAN STUDI ENERGI UNIVERSITAS SRIWIJAYA I. PENDAHULUAN 1. Judul Yang diberikan kepada saya “PERANAN ILMU PENGETAHUAN DALAM PENGEMBANGAN KEENERGIAN DI INDONESIA” mempunyai cakupan bahasan yang sungguh sangat luas, karenanya tentu dapat pula disepakati bersama bahwa saya menyoroti sebagian saja dari isyu yang diajukan itu. Kontribusinya dari pembicara-pembicara yang lain tentulah akan saling melengkapi. 2. Kiranya sudah menjadi pengetahuan umum bahwa dengan makin melajunya pembangunan nasional, yang umumnya merupakan kegiatan fisik, maka berarti pula makin meningkatnya kebutuhan energi setiap tahun. Ini adalah konsekuensi hokum alam/fisika, yaitu usaha dapat dilaksanakan dengan membelanjakan sejumlah energi yang setara. Dengan makin meningkatnya industrialisasi maka makin banyak energi dibutuhkan. 3. Masalah p

KARAKTERISTIK PEMAKAI ENERGI LISTRIK

Ir.EDDY WARMAN Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara I. PENDAHULUAN Dalam suatu industri/pabrik energi listrik umumnya digunakan untuk menggerakkan motor-motor listrik, air conditional (ac), lighting/penerangan sistem keamanan (security sistem) dan lain lain. Motor motor listrik dan penerangan adalah pemakai daya listrik yang besar dalam industri. Walaupun terdapat aneka jenis motor listrik untuk memenuhi kebutuhan daya yang besar dalam industri biasanya dipakai motor induksi biasanya 3 fasa, sedangkan untuk penerapan daya yang kecil digunakan motor induksi 1 fasa. Motor DC juga sekarahg ban yak digunakan dalam industri dengan bantuan penyearah. Beban penerangan juga merupakan pemakai energi listrik yang banyak dalam industri agar diperoleh kenyamanan dalam pekerjaan. II. KARAKTERISTIK PEMAKAI ENERGI LISTRIK II.1. Motor-motor Listrik Pada umumnya motor-motor listrik (motor induksi) mempunyai berbagai kerugian seperti : rugi-rugi tembaga, rugi-rugi inti, rugi

Melirik Kebijakan Energi Terbarukan di Jepang

Kenaikanhargaminyak dunia hingga saat ini merupakan momok bagi negara-negara di dunia, terutama negara yang memiliki ketergantungan yang besar pada minyak bumi sementara produksi minyak di bawah jumlah konsumsinya. ”Bom minyak” sebenarnya bukan hanya kali ini terjadi di dunia. Gelombang oil shock telah terjadi tiga kali. Pertama pada September 1973 saat negara-negara OPEC menahan produksi minyaknya hingga mencapai 19,8 juta barel per hari. Saat itu terjadi kenaikan harga minyak mencapai lebih dari 300% dari USD2,9 per barel menjadi USD11,65 per barel. Oil shock kembali terjadi pada 1979 saat terjadi Revolusi Iran. Meskipun suplai minyak hanya berkurang 3% dari total pasar minyak dunia, kekhawatiran akan terjadinya gejolak lebih jauh di Timur Tengah mampu menaikkan harga minyak mencapai 280% dari yang semula hanya USD15 per barelnya. Sebelas tahun kemudian, oil shock kembali terjadi saat terjadi invasi Irak ke Kuwait pada 1990 yang mengganggu 8% dari suplai ke pasar minyak dunia. Oil Sh

BUDIDAYA TANAMAN SELADA DAUN (Lactuca sativa) DI KELOMPOK TANI MANUNGGAL SAMBI, PAKEMBINANGUN, PAKEM SLEMAN, YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keadaan alam Indonesia memungkinkan dilakukannya pembudidayaan berbagai jenis tanaman sayuran, baik yang lokal maupun yang berasal dari luar negeri. Hal tersebut menyebabkan Indonesia ditinjau dari aspek klimatologis sangat potensial dalam usaha bisnis sayur-sayuran. Produk pertanian meningkat terjadi pada komoditas tanaman sayuran seperti selada daun. Lepas dari peran nutrisionalnya, sayuran menduduki tempat khusus dalam sistem pertanian karena metode pengusahaannya yang sangat intensif. Sayuran pada umumnya dipanen dalam bentuk segar (dengan kandungan air yang tinggi), maka hasilnya apabila diusahakan dengan semestinya, biasanya sangat tinggi (Widodo dkk., 2006). Meningkatnya permintaan terhadap sayuran harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas sayuran. Beberapa jenis sayuran mempunyai potensi produksi yang tinggi, sehingga layak untuk dikembangkan. Salah satu jenisnya adalah selada daun, yang memiliki potensi hasil 12 t/ha. Sejak tahun 1980

Menyoroti klausul “Bahasa Negara” dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009

I. Pendahuluan Diundangkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 pada 9 Juli 2009 dilatarbelakangi oleh beberapa faktor diantaranya karena, baik Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan pada dasarnya merupakan sarana pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi suatu Bangsa dimana kesemua hal tersebut merupakan manifestasi kebudayaan yang berakar dari sejarah perjuangan bangsa, namun disadari bahwa pengaturannya belumlah termuat dalam bentuk undang-undang. Pengundangan sebuah peraturan tentunya bukanlah hal yang mudah, diperlukan berbagai proses sehingga peraturan tersebut akhirnya resmi diundangkan. Hal tersebut patut kita hargai sebagai hasil kinerja lembaga perwakilan rakyat yang memang memiliki tugas untuk melakukan hal tersebut. Namun, untuk kepentingan kita bersama pula lah, tidak salah jika kita terus mengkritisi dan menganalisis atas peraturan yang diundangkan tersebut, agar kita lebih mawas diri dan mengetahui mana-mana