photo KoleksiSkripsiHeader.gif HP CS Kami 0852.25.88.77.47(AS), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com

KARAKTERISTIK PEMAKAI ENERGI LISTRIK

Ir.EDDY WARMAN
Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknik
Universitas Sumatera Utara

I. PENDAHULUAN
Dalam suatu industri/pabrik energi listrik umumnya digunakan untuk
menggerakkan motor-motor listrik, air conditional (ac), lighting/penerangan sistem
keamanan (security sistem) dan lain lain.
Motor motor listrik dan penerangan adalah pemakai daya listrik yang besar
dalam industri.
Walaupun terdapat aneka jenis motor listrik untuk memenuhi kebutuhan daya
yang besar dalam industri biasanya dipakai motor induksi biasanya 3 fasa, sedangkan
untuk penerapan daya yang kecil digunakan motor induksi 1 fasa.
Motor DC juga sekarahg ban yak digunakan dalam industri dengan bantuan
penyearah. Beban penerangan juga merupakan pemakai energi listrik yang banyak
dalam industri agar diperoleh kenyamanan dalam pekerjaan.
II. KARAKTERISTIK PEMAKAI ENERGI LISTRIK
II.1. Motor-motor Listrik
Pada umumnya motor-motor listrik (motor induksi) mempunyai berbagai
kerugian seperti : rugi-rugi tembaga, rugi-rugi inti, rugi rugi gesekan dan rugi rugi
lilitan.
Apabila daya dimasukkan kesuatu beban listrik, yang mempunyai berbagai
kerugian inti besi (iron core loasses), seperti motor motor induksi, maka daya total
yang disampaikan bertambah kecil oleh efek kerugian tersebut, sehingga power factor
akan menjadi rendah, yang mengakibatkan daya yang digunakan hanya sebagian saja
(dari daya yang dimasukkan), setara dengan power factor dari daya itu.
Dengan demikian daya tidak dimanfaatkan secara penuh, sedangkan pihak lain
kerugian kerugian tembaga didasarkan pada lairan arus total, oleh karena itu efisiensi
sistem menjadi rendah. Kondisi power factor rendah dapat dikoreksi dengan
pemasangan suatu beban capasitor yang dapat berubah ubah sesuai dengan
perubahan beban induktif. Dalam pengiritan listrik efisiensi dan power factor yang
diinginkan setinggi tingginya dalam kaitannya dengan motor motor listrik.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi efek terhadap efisiensi motor yaitu :
- desin motor
- pembebanan motor
- voltase
Sekarang sudah banyak dijual dipasaran motor-motor induksi yang tinggi efisiensinya
(efisiensi energi) untuk berbagai pemakaian dengan waktu pengembalian investasii
yang baik sekali. Pembebanan motor arus disesuaikan dengan secara cermat dengan
beban yang didesain untuk dipikul motor. Motor yang terlalu kecil akan panas, dan
lama kelamaan menyebabkan kerusakan isolasi, sebaliknya motor terlalu besar akan
bekerja pada power faktor yang rendah dan efisiensi yang lebih rendah dari pada
motor yang ukurannya tepat.
Performansi suatu motor dipengaruhi secara langsung oleh voltase yang diterapkan.
Operasi melampau ± 10 persen dari voltase yang diizinkan pelat nama motor
hendaknya dihindarkan.
Kira-kira 20 persen dari energi poros yang disampaikan motor-motor listrik
keperalatan yang digerakkannya terbuang begitu saja. Dan besaran itu, 12,5 persen
dapat langsung disebabkan oleh methode-methode trotel konvensional. Dari pada
penerapan trotel, disarankan memakai penggerak putaran yang dapat disesuaikan.
Penggerak putaran yang dapat disesuaikan paling umum tanpa harus mengganti motor
adalah dengan menggunakan kendala putaran frekuensi variable voltase variable.
Telah dltaksir bahwa 80 persen dari energi yang terbuang sia-sia tersebut dapat
direbut kembali dengan menggunakan kendali-kendali tersebut.
II. 2 PENERANGAN (LIGHTING)
Kebutuhan penerangan suatu industri merupakan ebban listrik yang besar yang akan
mempengaruhi besarnya tagihan listrik. Untuk itu desai penerangan yang irit listrik
perlu diterapkan.
Ada beberapa persyaratan dasar yang harus dipenuhi suatu desai penerangan yang
efisien pemakaian listriknya yaitu :
- Penetapan intensitas cahaya yang perlu bagi tugas tertentu yang dilakukan
- Pemakaian sumber cahaya paling efisien untuk menghasilkan intensitas tersebut.
- Pemusatan cahaya hanya pada tempat dimana tugas tertentu sedang dilakukan.
- Membatasi pemakaian cahaya hanya didaerah dimana tugas tertentu sedang
dilakukan.
Dengan persyaratan dasar ini sering terpaksa diserasikan melalui kompromii
berhubung adanya keaneka ragaman tugas disuatu daerah tertentu, sedangkan
orangpun bergerak kian kemari disekitar atau dalam daerah tempat kerjanya.
Disamping itu, pengendalian sillaunya cahaya, nisbah terangnya cahaya, temperatur
warna dan estetika juga ikut sertakan dalam pertimbangan untuk menetapkan desain
akhir suatu sistem penerangan.
Dari persayaratan ini, langkah-langkah suatu upaya pengiritan listrik bagi suatu sistem
penerangan adalah :
- Menciutkan tingkat penerangan (intensitas) yang lebih besar dari pada yang
diperlukan disemua tempat didalam dan diluar gedung.
- Memakai lampu fitting (fixtures, luminaires) yang lebih efisien dari pada yang
telah dipakai.
- Melakukan pengendalian secara manual dan atau otomatis terhadap berbagaii
peralatan penerangan didaerah tertentu.
- Melakukan perawatan secara teratur.
- Melancarkan program "sadar listrik" yang intensif bagi semua staf dan karyawan
untuk mendapatkan partisipasi mereka yang aktif dalam mengendalikan beban
listrik bagi penerangan.
Menurunkan ketinggian dari lampu-lampu yang memberi penerangan umum adalah
cara efektif untuk menciutkan pemakaian daya untuk penerangan. Pemakaian lampu
neon/TL (flu ourescent) dan lampu HID (natrium tekanan tinggi dan Halid logam),
dapat dipertimbangkan bagi suatu penghematan pemakaian listrik.
Lampu natrium tekanan rendah (low pressure sodium lamps) walaupun mempunyaii
efektivitas (efficacy diukur dalam lumen/watt) tinggi, tetapi mempunyai cara
menghasilkan (rediction) warna yang kurang baik sehingga tidak dianjurkan untuk
pemakaian apabila warna merupakan pertimbangan yang utama.
Pemakaian lampu pijar sebaiknya digunakan dalam jumlah yang sedikit tetapi setiap
lampu mempunyai jumlah watt yang lebih tinggi. Apabila operasi bangunan
penerangan terus menerus selama 24 jam, seperti halnya suatu pusat komputer, maka
pemasangan berbagai kendali tidak akan menguntungkan. Akan tetapi apabila fungsii
gedung adalah sedemikian rupa hingga penerangan disemua atau sebagian dari
kawasan / ruang gedung tersebut dapat dipadamkan untuk beberapa waktu, maka
terdapatlah peluang untuk mengirit pemakaian listrik dengan pemasangan bergagai
kendali.
Sistem kendali harus didasarkan pada penggunaan ruang, didalam ruangan dimana
para penghuninya dimaksudkan mendalikan sendiri penerangannya. Alat kendali
(kontrol device) haruslah ditempatkan sedemikan rupa hingga memberi kemudahan
untuk mengaktifkannya.
Efisien dari sebuah sumber cahaya bergantung pada sejauh mana berbagai fittingnya
perlengkapan dirawat dengan baik. Sebuah lampu yang menghasilkan 20 lumens per
watt apabila terpasang dalam keadaan sebenarnya hanya menyinarkan 10 lumens jika
terbalut oleh lapisan debu. Bola lampu harus diganti jika mulai berkurang cahayanya
(menyuram) sebelum terbakar.
III. PENUTUP
Pemakaian / penggunaan energi listrik yang terkendali dalam suatu industri akan
berarti ongkos / biaya operasi perusahaan akan lebih rendah, sehingga perusahaan
dapat memperoleh dana tambahan untuk membiayai berbagai program peningkatan
produktifitas tenaga kerja, mesin dan peralatannya yang pada gilirannya akan
meningkatkan daya saing perusahaan.
Dengan mengetahui karakteristik pemakai energi listrik, maka kita dapat melakukan
penghematan pemakaian energi listrik. Penghematan pemakaian energi dalam industri
harus mendapat perhatian khusus / utama karena industri merupakan sumber
pengguna energi listrik yang cukup besar.
DAFTAR PUSTAKA
1. EUGENE,C,LISTER, Electric Circuits And Machines
2. B.L.THERAJA 1980, Electrical Teknologi
3. EDDY WARMAN, IR, Memperkecil pemakaian / rekening KVARH
4. FILINO HARAHAP, PhD, Manual untuk pelatihan pengiritan pemakaian listrik dalaml
sektor komersil.
5. SURYA HARDI, EDDY WARMAN, SATRIA GINTING, Suatu Model Ekonometrik Analisis
Kebutuhan Energi Listrik.

Tidak ada komentar: