photo KoleksiSkripsiHeader.gif HP CS Kami 0852.25.88.77.47(AS), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com

Remitansi TKI Jelang Lebaran

Jelang Lebaran, Remitansi TKI Capai Rp 20 Triliun

Senin, 30 Agustus 2010
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Remitansi yang dikirimkan oleh tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri meningkat drastis. Jelang Hari Raya Idul Fitri, diperkirakan jumlahnya mencapai Rp 20 triliun.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar, mengatakan, indikasi meningkatnya remitansi bisa dilihat dari tingginya transfer uang dari luar negeri ke daerah-daerah asal TKI.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Kemenakertrans, di Kabupaten Kediri transfer dana TKI pada triwulan II/2010 ini sudah mencapai Rp 447,60 miliar. Kantor pos Kudus juga melaporkan, jumlah pengiriman uang TKI selama bulan Juli 2010 mencapai Rp 100 miliar, sementara Kabupaten Sumbawa mencatat remitansi lebih dari Rp 200 miliar.

Muhaimin dalam rilis yang diterima Republika, Senin (30/8) mengimbau agar para TKI maupun keluarganya dapat memanfaatkan uang tersebut dengan lebih produktif. ''Gunakan secara bijak dan sesuai kebutuhan, hindari belanja konsumtif berlebihan. Lebih baik pergunakan uang hasil bekerja di luar negeri untuk kegiatan usaha,'' imbaunya dalam kunjungan kerja dan safari Ramadhan di Jawa Timur.

Aliran dana TKI yang masuk ke dalam negeri setiap bulannya terhitung tinggi. Sedangkan untuk Lebaran, biasanya TKI mengirim uang ke tempat asal dalam jumlah yang sangat besar, misalnya pengiriman uang dari Arab Saudi bisa mencapai Rp 10 juta-Rp 15 juta per orang. Dari Malaysia umumnya berikisar Rp 7-Rp 8 juta per orang. "Ini saja pengiriman yang dilakukan melalui jasa perbankan. Masih banyak TKI yang dalam pengiriman uangnya menggunakan jalur nonperbankan seperti titip dengan TKI yang pulang kampung," tambah pria yang biasa disapa Cak Imin.

Cak Imin menyayangkan jika dana tersebut hanya digunakan untuk keperluan yang tidak bisa dianggap penting dan mendesak. Menurutnya, dana TKI adalah dana segar yang bisa menggerakkan perekonomian masyarakat desa melalui kegiatan produktif. "Penggunaan yang bersifat konsumtif hanya akan menggerakkan ekonomi sesaat, berbeda jika diinvestasikan dalam bentuk kegiatan usaha yang bisa menyerap tenaga kerja baik di sektor pertanian, perkebunan maupun perdagangan," ujar politisi PKB ini.

Kebiasaan lama yang banyak terjadi di daerah-daerah kantung pengirim TKI, kata Cak Imin, dana remitansi itu lebih banyak digunakan untuk membeli motor baru dan alat-alat elektronik atau memperbaiki rumah tinggal mereka. "Kemenakertrans menyiapkan paket kerja sama untuk membangun desa produktif di perkampungan TKI. Kita akan membantu mengurangi jumlah TKI Ilegal kalau tersedia lapangan kerja di pedesaan," tegasnya.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/08/30/132523-jelang-lebaran-remitansi-tki-capai-rp-20-triliun

Jelang Lebaran, Remitansi TKI Bengkulu Meningkat

Kamis, 02 September 2010
Bengkulu, BNP2TKI (2/9) - Pengiriman uang melalui kantor pos dari para tenaga kerja Indonesia (TKI) atau remitansi asal Bengkulu yang bekerja di luar negeri meningkat sekitar 40 persen menjelang Lebaran 2010 dibanding hari biasa.
"Kenaikan itu terjadi sejak seminggu terakhir, dan diperkirakan terus meningkat hingga H-2 Idul Fitri," kata Fierzar Syahriadi, pegawai PT Pos Bengkulu, Kamis (2/9).
Kebanyakan kiriman uang ke Bengkulu berasal dari TKI yang bekerja di Malaysia, dan sebagian lagi dari TKI di Singapura, Brunei Darussalam dan Saudi Arabia. Selain itu, ada juga TKI Bengkulu yang mengikuti program magang di Jepang.
Besar kiriman uang dari TKI tersebut bervariasi. "Kalau berapa jumlah uang yang dikirim setiap TKI saya tidak hafal. Yang jelas, menjelang Lebaran ini kiriman uang lewat kantor pos baik dari dalam maupun luar negeri meningkat cukup signifikan dari biasanya," ujarnya.
Untuk saat ini, pengiriman uang dari masyarakat Bengkulu melalui kantor pos dengan tujuan berbagai kota di Tanah Air sekitar Rp 200 juta - Rp 300 juta per hari. Demikian pula pengambilan kiriman di kantor pos setempat mencapai ratusan juta rupiah per hari.
Syahriadi mengatakan, volume pengiriman dan pengambilan uang di kantor pos Bengkulu menjelang Lebaran 2010 akan terus meningkat sampai H-2 Idul Fitri sebab mendekati Lebaran semakin banyak orang yang mengirim uang kepada keluarga mereka di kampung untuk memenuhi kebutuhan lebaran.
Ia memperkirakan volume pengiriman uang ke berbagai kota di Tanah Air pada lima hari ke depan mendekati angka Rp 500 juta per hari.
Untuk mengantipasi lonjakan pengiriman uang tersebut, pihaknya penyiapkan sejumlah loket pelayanan pengiriman uang. "Kami yakin loket yang sudah kami siapkan ini dapat melayani pengiriman uang dari masyarakat Bengkulu untuk tujuan berbagai kota di Tanah Air," ujarnya.
Masyarakat Bengkulu mengirim uang melalui wesel instan karena lebih cepat sampai dari wesel biasa. Pengiriman uang dengan wesel instan hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk sampai ke daerah tujuan asalkan di daerah tersebut ada kantor pos.
Pengiriman uang melalui kantor pos dapat dilaksanakan hampir ke seluruh daerah di Tanah Air.(Ant/Toha).
Sumber: http://bnp2tki.go.id/content/view/3059/231/

Tidak ada komentar: