photo KoleksiSkripsiHeader.gif HP CS Kami 0852.25.88.77.47(AS), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com

Pengaruh Resiko Sistematis Dan Makro Ekonomi Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Di Bursa Efek Jakarta

Abstrak

Junita Elisabeth (2007). Pengaruh Resiko Sistematis dan MakroEkonomi Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Jakarta. Dibawah bimbingan Drs. Syahyunan, M.Si, Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, SR, M.Si (Ketua Departemen Manajemen), Dr. Muslich Lufti, MBA (penguji I) dan Dra. Friska Sipayung, M.Si (penguji II). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh resiko sistematis dan makro ekonomi terhadap harga saham perusahaan perbankan di Bursa Efek Jakarta. Resiko sistematis yangdigwiakan dalam penelitian ini adalah Beta yang dihasilkan dari perhitungan returnmarket dan return individual masing-masing saham, sementara makro ekonomi diukur dari indikator-indikatornya, antara lain Gross Domestic Product (GOP), inflasi, suku bunga, dan nilai tukar. Penelitian ini juga bertujuan untuk menguji konsistensi hasil penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa variabel resiko sistematis (beta) tidak dipengaruhi oleh makro ekonomi. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang sahamnya aktif diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta dan tidak pernah di-suspend (diberhentikan) selama periode tabun 2001 sampai dengan tahun 2005 yang beJjumlah 16 emiten. Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini yaitu "Apakah resiko sistematis (beta) dan variabel makro ekonomi yang terdiri dari : GOP, inflasi, suku bunga dan nilai tukar berpengaruh terhadap harga saham perusahaan perbankan di Bursa Efek Jakarta." Sedangkan hipotesis yang diajukan adalah "Variabel resiko sistematis (beta), GOP, inflasi, suku bunga, dan nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan perbankan di Bursa Efek Jakarta." Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji statistik yaitu uji secara parsial (uji-t) dan uji serempak (uji-F), dengan tingkat signifikansi (a) 0=. 5%. Penganalisaan data mengguriakan software pengolahan data statistik yaitu SPSS 12.0 for Windows. Hasil pengujian hipotesis secara parsial (uji-t) menunjukkan bahwa variabel GOP dan nilai tukar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham, sedangkan variabel independen lainnya (beta, inflasi, dan suku bunga) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil pengujian hipotesis secara serempak (uji-F) menunjukkan bahwa beta, GOP, inflasi, dan suku bunga secara bersama-sama memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap harga saham. Koefisien determinasi (R2) dari hasil penelitian menunjukkan 17,6% variasi dari harga saham dijelaskan oleh kelima variabel bebas. Sedangkan sisanya 82,4% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model. Hasil penelitian ini memenuhi keseluruhan uji asumsi klasik, yaitu uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, dan uji autokorelasi. Hasil penelitian juga menunjukkan tidak ditemukan korelasi yang kuat antara resiko sistematis (beta) dengan indikator-indikatormakro ekonomi.

Tidak ada komentar: