photo KoleksiSkripsiHeader.gif HP CS Kami 0852.25.88.77.47(AS), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com

PERMINTAAN ENERGI LISTRIK DI JAWA TENGAH

Bagio Mudakir
Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang
E-mail: bagio_mud@yahoo.com

ABSTRACT
This study is intended to determine factors influencing the demand of electricity
energy in Central Java. The increasing demand of energy might create a shortage or
crisis due to a relatively constant of energy supply. It is because a very high costs for
constructing energy power plants. The increasing energy demand over economic
growth might create a question, what is the influence of economic activities to ward
the demand of electricity energi. It is also a problem whether energy demand utilised
as production factor in the economy or consumed as final goods.
Keywords: the demand of electricity energy, economic activities, intermediate good,
final goods

PENDAHULUAN
Laju pertumbuhan permintaan energi listrik di Jawa Tengah menunjukkan angka yang
lebih tinggi dibanding laju pertumbuhan ekonomi (PDRB). Laju pertumbuhan permintaan energi listrik, PDRB, dan sektor industri di Jawa Tengah cenderung mempunyai pola yang sama. Ketiganya mengalami laju pertumbuhan yang minus atau turun pada tahun 1998, sebelum tahun
1998 pertumbuhannya cukup tinggi dan setelah 1998 pertumbuhannya lambat dan fluktuatif. Pertumbuhan yang minus tersebut diperkirakan karena adanya shock pada perekonomian Indonesia yaitu adanya krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997.

Laju pertumbuhan permintaan energi listrik yang pesat dikhawatirkan akan menyebabkan krisis energi listrik yaitu pasokan listrik PLN tidak mencukupi permintaan seluruh pelanggan. PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY sebagai penyedia energi listrik untuk wilayah Propinsi Jawa Tengah dan DIY harus merespon atas kenaikan permintaan yang
pesat oleh pelanggan. Hal ini penting karena permintaan energi listrik terus meningkat
(untuk beberapa tahun mendatang diperkirakan permintaannya juga terus meningkat)
sedangkan kapasitas pembangkit listrik cenderung tetap. Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan yang pesat diperlukan pembangkit listrik yang baru, sedangkan untuk pembangunan infrastruktur pembangkit listrik dibutuhkan investasi yang cukup besar, jadi perlu direncanakan jauh sebelumnya.

Berdasarkan hal-hal yang terjadi tersebut di atas, maka perlu dianalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan energi listrik di Jawa Tengah dengan mendasarkan pada
aktivitas ekonomi yang terjadi. Hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi yang
dianalisis yaitu PDRB perkapita dan sektor industri. Dalam rentang tahun penelitian yaitu tahun 1994 – 2003 terjadi adanya krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997, hal ini juga akan diteliti pengaruhnya. Selain itu jumlah penduduk juga akan dianalisis untuk mengetahui besar pengaruhnya, sebagai perbandingan pengaruh konsumsi akhir dengan aktivitas ekonomi terhadap permintaan energi listrik.

KESIMPULAN
Pesatnya permintaan energi listrik cenderung dipengaruhi lebih besar oleh permintaan untuk tujuan konsumsi akhir yang konsumtif (pengaruh penduduk paling besar) dibanding dengan permintaan untuk tujuan menghasilkan nilai tambah atau aktivitas ekonomi (pengaruh PDRB perkapita dan industri yang lebih kecil). Krisis energi listrik bisa dicegah dengan melakukan proyeksi permintaan energi listrik untuk masa mendatang dengan memperhatikan determinan permintaan energi listrik yang mempengaruhinya, misalnya keempat variabel di atas. Proyeksi
tersebut harus selalu diperbarui setiap tahunnya untuk memperhitungkan hal-hal besar yang terjadi pada perkonomian misalnya seperti krisis ekonomi.

PERSANTUNAN
Terima kasih kepada Salim Yoga, S.E yang
telah menyediakan data penelitian.

DAFTAR PUSTAKA
Bambang Eko Afiatno, 2004, “Kajian terhadap Kelistrikan di Indonesia: Tarif Dasar Listrik (TDL), Struktur Pasar, dan Industri Kelistrikan Mendatang”, Majalah Ekonomi,
Tahun XIV No. 2 Agustus 2004, p 110-124

Badan Pusat Statistik, berbagai tahun penerbitan, Jawa Tengah dalam Angka,
Jawa Tengah: BPS

PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, (1994-2004), Data dan Statistik, PT. PLN.

Imam Ghozali, 1999, “Beberapa Studi tentang Tarif Listrik di Indonesia dan Alternatif Penentuan Tarif dengan Metode Akuntansi”, Jurnal Bisnis Strategi, Vol. 3/Tahun II/1999,
p 14-20

Gujarati, Damodar N, Basic Econometrics; fourth edition, New York: McGraw-Hill.

Poppy Ismalina, 1997, “Upaya Mempertemukan Kebutuhan dan Ketersediaan
Energi Listrik di Masa Mendatang”, Kelola No.15/VI/1997, hal. 73 – 83

Isworo, Parno dan Ibrahim, Syaiful B, 1999, “Permasalahan dalam Penetapan tarif Listrik”, Jurnal Bisnis Strategi, Vol. 3/Tahun II/1999, p 42-49

Drajat U. Kuswara, 1997, “Kajian Ringkas tentang Energi Listrik di Indonesia:
Antisipasi Kebutuhan dan Mismanajemen dalam Pengelolaan”, Kelola No.15/VI/1997,
hal. 105 – 114

McEachern, William A, 2001, EkonomiMikro: Pendekatan Kontemporer, alih bahasa Sigit Triandaru, Jakarta: Salemba Empat.

Miller, Roger LeRoy dan Meiners, Roger E, 2000, Teori Mikroekonomi Intermediate,
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Nicholson, Walter, 2002, Mikroekonomi Intermediate dan Aplikasinya,
Jakarta: Penerbit Erlangga.

Pusat Informasi Energi Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral, 2002, Prakiraan Energi Indonesia 2010, Jakarta: Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral.

Ramani, K. V,1992, “Pengembangan Energi Terbarukan sebagai Energi Aditif di Indonesia”, dalam Elektro Indonesia, 1997

Republika, Senin, 12 September 2005, artikel “Ayo Berhemat Listrik”.

Sadono Sukirno, 1994, Pengantar Teori Mikroekonomi; edisi kedua,
Jakarta: PT. Raja Grafindo Perkasa.

Tulus T.H. Tambunan, 2001, Perekonomian Indonesia: Teori dan Temuan Empiris,
Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia.

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan

Novianto Dwi Wibowo, 2005, Permintaan Energi Listrik di Indonesia, Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, tidak dipublikasikan, Yogyakarta

Purnomo Yusgiantoro, 2000, Ekonomi Energi: Teori dan Praktik, Jakarta: Pustaka LP3ES.

Tidak ada komentar: