photo KoleksiSkripsiHeader.gif HP CS Kami 0852.25.88.77.47(AS), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com

SKRIPSI : upaya meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas IV SDN Sumber 3 dengan media gambar berseri

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Menulis bentuk komunikasi dua arah yang efektif untuk mengkomunikasikan ide atau gagasannya meskipun tidak bertatapan secara langsung dengan lawan bicara. Menulis merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang penting dalam kehidupan. Hampir semua aktivitas komunikasi yang dilakukan tidak dapat dilepaskan dari sarana tulis-menulis. M. Atar Semi (1990: 3) mengungkapkan bahwa bentuk komunikasi tertulis merupakan bentuk komunikasi yang paling diperlukan, kemampuan menulis diperlukan pada semua lapangan pekerjaan atau dapat menunjang bahkan menentukan keberhasilan dalam suatu pekerjaan atau jabatan. Selain itu, menulis juga memiliki kedudukan istimewa karena menulis dianggap sebagai tolak ukur matangnya peradaban suatu bangsa, seperti yang diungkapkan Chaedar Alwasilah (2005) “Berperadaban adalah proses belajar secara kolektif dan sepanjang sejarah sehingga mencapai derajat cultured, yakni masyarakat yang berpendidikan, yang indikatornya mencakup kemampuan membaca dan menulis”.

Dalam kaitannya dengan dunia pendidikan, menulis berperan besar dalam menunjang keberhasilan pembelajaran karena hampir semua kegiatan tidak dapat dilepaskan dari kegiatan menulis dari membuat proposal, karya ilmiah, skripsi sampai kegiatan mencatat dan menyalin tulisan dari papan tulis. Sabarti Akhadiah, dkk. (1985: 5) mengungkapkan mengenai peranan menulis, yaitu: (1) menyumbang kecerdasan; (2) mengembangkan daya inisiatif dan kreativitas; (2) menumbuhkan keberanian; dan (3)mendorong kemampuan mengumpulkan informasi. Henry Guntur Tarigan (1993: 9) menambahkan peranan menulis dalam dunia pendidikan yaitu, (1) memudahkan pelajar berpikir kritis; (2) memudahkan pelajar dalam merasakan dan menikmati hubungan-hubungan; (3) memperdalam daya tangkap dan presepsi siswa; dan (4) menjelaskan pikiran, ide dan gagasan siswa. Menulis merupakan kegiatan produktif dan ekspresif yang seringkali dianggap sebagai aktivitas yang sangat sulit dan kompleks karena seorang penulis harus menguasai unsur-unsur bahasa dan unsur di luar bahasa yang menjadi isi karangan (Chaedar Alwasilah, 2005). Di sisi lain, Atar Semi ( 1990: 7-8) dalam Menulis Efektif mengungkapkan bahwa menulis tidak sulit tetapi tidak pula mudah. Semi menambahkan bahwa kecakapan menulis dapat menjadi milik semua yang pernah menduduki bangku sekolah dan untuk dapat menguasai keterampilan menulis memang memerlukan waktu yang tidak sedikit karena dalam menulis tidak hanya sekedar membutuhkan teori atau teknik menulis yang baik atau bahkan datang dengan tiba-tiba tetapi juga perlu berlatih dengan sungguh-sungguh.

Pembelajaran keterampilan menulis sudah mulai dipelajari di bangku sekolah dasar. Mengenalkan menulis sejak awal akan membuat siswa lebih mencintai menulis dan juga membantu meningkatkan kemampuan menulis di tingkat lebih lanjut (SMP, SMA bahkan Perguruan Tinggi). Dalam menulis siswa dituntut untuk membuat karangan yang berkualitas, tidak hanya asal membuat sehingga gagasan yang dikemukakan tidak dapat ditangkap oleh pembaca. Atar Semi (1990:10) mengemukakan bahwa untuk menghasilkan tulisan yang baik, setiap penulis harus memiliki 3 keterampilan dasar dalam menulis, yaitu (1) keterampilan berbahasa, yang mencakup keterampilan menggunakan ejaan, tanda baca, pembentukan kata dan penggunaan kalimat efektif; (2) keterampilan penyajian, meliputi:keterampilan membentuk dan mengembangkan paragraf, merinci pokok bahasan dan subpokok bahasan ke dalam susunan yang sistematis; dan (3) keterampilan perwajahan, yang mencakup: pengaturan tipografi dan pemanfaatan sarana tulis yang efektif dan efisien.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan menulis siswa rata- rata masih rendah. Rendahnya kemampuan menulis disebabkan karena guru kurang memberi kesempatan siswa dalam kegiatan mengarang. Kurangnya porsi pembelajaran untuk menulis atau mengarang membuat siswa jarang untuk berlatih dan tugas untuk mengarang juga jarang diberikan. Kalaupun ada tugas menulis, biasanya hanya menyalin ulang catatan di papan tulis. Akibatnya kemampuan menulis siswa tidak dapat berkembang, kreativitas siswa dalam menuangkan gagasanya kurang maksimal, dan siswa kurang menguasi keterampilan menulis yang berhubungan dengan teknik, isi maupun bahasa ( Sabarti Akhadiah, dkk.,1990: V).

Kurangnya penguasaan kosakata dan penguasaan mikrobahasa (penggunaan tanda baca, kaidah-kaidah penulisan penggunaan kelas kata, penyusunan klausa dan kalimat dengan struktur yang benar sampai menyusun paragraf) juga menghambat keberhasilan siswa dalam menulis. Kurangnya penguasaan kosakata menyebabkan siswa sering mengulang-ulang kata yang sama dalam satu paragraf dan mengalami kesulitan dalam memilih kata yang tepat.

Kurangnya minat dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, khususnya keterampilan menulis dapat menjadi pemicu rendahnya kemampuan menulis. Menarik minat siswa dalam mengarang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan penggunaan media. Arief .S.Sadiman, dkk. (1996: 16) berpendapat bahwa dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sifat pasif anak didik, menimbulkan kegairahan siswa dalam belajar dan proses pembelajaran berjalan optimal karena dengan adanya media dapat membantu siswa menuangkan gagasanya dalam bentuk tulisan dan dapat memancing kretivitasnya.

Oleh karena itu, media yang dipergunakan guru dalam pembelajaran harus sesuai dengan siswa , lingkungan dan bahan ajar. Pemilihan media yang tepat akan memberikan nilai tambah siswa proses pembelajaran sehingga memperlancar kegiatan pembelajaran. Media yang dapat dipakai oleh guru dalam kegiatan menulis antara lain media grafis yang berupa gambar. Burhan Nurgiyantoro (2001: 300) mengungkapkan bahwa bentuk sebagai rangsang untuk menghasilkan bahasa tulis

( juga = berbicara) dapat berupa gambar atau film. Gambar yang dimaksud adalah gambar-gambar yang membentuk rangkaian cerita ( gambar berseri). Media gambar berseri adalah sejumlah gambar di mana antara satu gambar dengan gambar yang saling berkaitan dan membentuk alur cerita tertentu. Dengan melihat gambar-gambar yang menarik siswa dapat berimajinasi tentang apa yang mereka lihat kemudian menceritakannya dalam bentuk tulisan. Siswa dapat merangkai potongan – potongan gagasan yang ada dalam pikiran menjadi bentuk kalimat yang runtut sehingga menghasilkan karangan yang baik dan melatih siswa dalam mengatur alur cerita. Selain itu, media gambar berseri dapat mengurangi rasa jenuh sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan aktif dan tujuan pembelajaran menulis, yaitu agar siswa mampu mengungkapkan gagasan, pendapat dan pengetahuan secara tertulis dan memiliki kegemaran menulis dapat diwujudkan.

Dalam penelitian ini, peneliti menggambil lokasi di SDN Sumber 3 surakarta dengan subjek penelitian siswa kelas IV. Peneliti mengambil subjek siswa kelas IV dengan pertimbangan bahwa kemampuan menulis kelas IV di SDN Sumber 3 masih rendah. Rendahnya kemampuan menulis siswa dapat dilihat dari hasil karangan siswa dengan tema “ Pengalaman Saat Liburan Sekolah”. Berdasarkan hasil karangan dapat diidentifikasi bahwa siswa kesulitan dalam mengkomunikasikan dan mengembangkan ide atau gagasanya secara tertulis sehingga keterjalinan kalimat dalam satu paragraf belum runut dan padu, perbendaharaan kata yang dimiliki minim, pemilihan kata yang kurang tepat, dan minat dan motivasi siswa kurang.

Sejalan dengan hal tersebut di atas, peneliti merasa tertarik untuk meneliti mengenai penggunaan media gambar berseri sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji mengenai upaya meningkatkan kemampuan menulis siswa dengan media gambar berseri dan peningkatan kemampuan menulis siswa dengan media gambar berseri.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis dapat mengidentifikasikan masalah sebagai berikut :

1. Menulis memiliki peran penting dalam kehidupan namun kenyataannya kemampuan menulis siswa masih rendah.

2. Kurangnya alokasi waktu menyebabkan kemampuan menulis siswa rendah.

3. Kurangnya penguasaan kosakata dan keterampilan mikrobahasa yang dimiliki oleh siswa.

4. Minat dan motivasi siswa kurang dalam mengikuti pembelajaran.

5. Media gambar berseri dapat dipergunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa.

C. Pembatasan Masalah

Pembelajaran menulis merupakan salah satu bentuk keterampilan berbahasa yang melibatkan berbagai unsur. Keberhasilan proses pembelajaran menulis ditunjang oleh berbagai unsur. Salah satu unsur penunjangnya adalah pemilihan media yang sesuai di samping unsur latihan atau praktik dan bimbingan dari guru. Penggunaan media gambar berseri diharapkan mampu menarik siswa untuk berlatih menulis karangan yang terorganisasi dengan baik, dapat mengembangkan idenya melalui gambar yang diperlihatkan sehingga menjadi suatu karangan yang runtut. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk mengetahui upaya meningkatkan kemampuan menulis dengan media gambar berseri dan peningkatan menulis siswa melalui media gambar berseri.

D. Rumusan Masalah

Masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Bagaimana upaya meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas IV SDN Sumber 3 dengan media gambar berseri?

2. Apakah kemampuan menulis siswa kelas IV SDN Sumber 3 dapat ditingkatkan dengan media gambar berseri?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan:

1. Upaya meningkatkan kemampuan menulis dengan media gambar berseri.

2. Peningkatan kemampuan menulis siswa kelas IV SDN Sumber 3 dengan media gambar berseri.

F. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoretis

Hasil penelitian ini dipergunakan untuk:

a. Bahan kajian untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa.

b. Memberikan sumbangan wawasan dan pengetahuan mengenai pembelajaran menulis.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Guru

1) Memberi masukan bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran menulis dengan media gambar berseri.

2) Menambah wawasan guru mengenai media alternatif yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran menulis.

b. Bagi Siswa

1) Memotivasi siswa dalam kegiatan menulis.

2) Meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa mengenai pembelajaran menulis.

Tidak ada komentar: