photo KoleksiSkripsiHeader.gif HP CS Kami 0852.25.88.77.47(AS), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com

SKRIPSI : Penilaian validitas nilai keluarga dari kartu deteksi dini risiko alergi untuk diagnosis atopi pada anak di RSUD DR Moewardi Surakarta

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Atopi adalah suatu kecenderungan genetik berkembangnya hipersensitivitas setelah pajanan alergen tertentu yang ditandai dengan peningkatan antibodi IgE dalam sirkulasi (Johansson dan Haahtela, 2004). Penyakit atopi umumnya didapatkan pada usia anak-anak, apabila terdapat penyakit atopi pada dewasa biasanya merupakan kelanjutan penyakit dari semasa anak (Mahmoudi, 2008). Terdapat peningkatan angka prevalensi atopi di negara berkembang dibandingkan di negara maju yang disebabkan perubahan lingkungan dan pola hidup (Johansson dan Haahtela, 2004).
Penyakit atopi dipandang sebagai penyakit yang ringan dan biasa dijumpai pada anak, namun dalam perjalanannya ternyata dapat mempengaruhi derajat kesehatan, kualitas hidup serta mortalitas seseorang. Penyakit asma di Amerika Serikat mengakibatkan 2 juta kasus kunjungan ke UGD, 500.000 kasus membutuhkan perawatan serta kematian pada 5000 kasus tiap tahunnya, sehingga asma merupakan penyebab utama seorang anak dirawat di rumah sakit dan kematian pada anak usia 5 – 14 tahun (O'Connell, 2004).
Mengingat besarnya permasalahan yang ditimbulkan maka diperlukan suatu alat yang dapat mengidentifikasi secara dini kemungkinan terjadinya atopi pada anak. Skin prick test (SPT) adalah salah satu metode in vivo untuk diagnosis penyakit alergi. Uji ini dianggap sebagai baku emas untuk diagnosis reaksi alergi yang diperantai oleh IgE (Turkeltaub, 2000). Seorang anak dapat dianggap atopi jika setidaknya memiliki satu hasil indurasi positif terhadap salah satu alergen yang digunakan dalam SPT (Turkeltaub, 2000; Leung dkk, 2000). SPT memiliki beberapa keuntungan seperti cepat, dapat dilakukan pada hampir semua kelompok usia serta memiliki nilai diagnosis tinggi (Demoly dkk, 2003). Terdapat beberapa kerugian dari SPT yakni nyeri, tidak tersedia di daerah terpencil, mahal, teknik pengerjaan yang sulit dan butuh waktu yang lama serta adanya pengaruh hasil negatif palsu dan positif palsu (Cantani, 2000; Demoly dkk, 2003; Turkeltaub, 2000).
Yadav mengemukakan nilai prediksi keluarga berdasar riwayat penyakit alergi pada ayah, ibu dan saudara kandung yang berguna untuk identifikasi risiko alergi pada bayi atau anak (Yadav dan Yadav, 2005). Nilai keluarga ini kemudian diadaptasi oleh IDAI menjadi kartu deteksi dini risiko alergi untuk digunakan sebagai diagnosis atopi pada bayi dan anak. Penelitian oleh Chandra Dewi menyebutkan temuan risiko tinggi pada kartu deteksi memiliki sensitisasi positif dengan alergi sebesar 100%, sedangkan sensitisasi positif pada risiko sedang sebesar 68% (Dewi dan Sumadiono, 2007).
Sampai kini belum terdapat penelitian di Indonesia, khususnya di Surakarta mengenai validitas nilai keluarga pada kartu deteksi dini risiko alergi pada anak sebelumnya. Untuk itu penulis akan melakukan penelitian untuk menilai validitas penggunaan nilai keluarga dari kartu deteksi dini risiko alergi untuk diagnosis atopi pada anak.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah memberikan dasar bagi peneliti untuk merumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut :
Bagaimanakah penilaian validitas nilai keluarga dari kartu deteksi dini risiko alergi untuk diagnosis atopi pada anak ?

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
1. Menilai validitas nilai keluarga dari kartu deteksi dini risiko alergi untuk diagnosis atopi pada anak.
2. Menilai hubungan kartu deteksi dini risiko alergi dengan pemeriksaan skin prick test untuk diagnosis atopi pada anak.
2. Tujuan Khusus
1. Menilai besar nilai keluarga yang sesuai untuk mendapatkan risiko tinggi terjadinya atopi pada anak.

D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat bidang akademik
Memberi sumbangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang alergi imunologi mengenai diagnosis atopi pada anak.
2. Manfaat bidang Pelayanan
Memberi informasi adanya cara alternatif untuk diagnosis atopi pada anak yang murah, tidak invasif dan mudah pemakaiannya.
3. Manfaat bidang kedokteran keluarga
Memberi saran dan motivasi mengenai upaya diagnosis, tata laksana dan pencegahan penyakit alergi agar dapat mengurangi morbiditas yang ditimbulkan pada anak dengan risiko tinggi alergi.

Tidak ada komentar: