photo KoleksiSkripsiHeader.gif HP CS Kami 0852.25.88.77.47(AS), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com

SKRIPSI : PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DISERTAI PENGGUNAAN ANIMASI FLASH DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Salah satu mata pelajaran yang diberikan pada siswa SMP adalah mata pelajaran IPA. Fisika merupakan bagian dari IPA. Pembelajaran fisika bertujuan agar siswa mempunyai konsep-konsep Fisika dan mampu menggunakan metode ilmiah untuk memecahkan masalah dalam belajar Fisika. Fisika sebagai bagian dari ilmu eksakta pada umumnya dirasa sulit, karena selain melibatkan penghitungan juga melibatkan kejadian alam. Oleh karena itu perlu diusahakan berbagai cara untuk mengatasi kesulitan tersebut antara lain menggunakan metode dan strategi belajar mengajar secara tepat, menggunakan media yang sesuai kelengkapan, sarana dan prasarana yang memadai dan sebagainya. Dengan berbagai usaha perbaikan tersebut diharapkan kesulitan yang dirasakan oleh para siswa dapat teratasi sehingga prestasi belajar siswa meningkat.

Salah satu pendekatan pengajaran yang dapat digunakan dalam mengajar adalah pendekatan konstruktivisme. Pendekatan konstruktivisme menekankan pada kemampuan mengkonstruk pengetahuan dengan berdasarkan pengetahuan sebelumnya, serta guru bertindak mengarahkan ke tujuan tersebut. Dalam pendekatan ini terdapat beberapa metode mengajar antara lain demonstrasi. Dalam mengajar seorang guru dapat menggunakan metode demonstrasi ketika suatu materi akan lebih mudah dan cepat diterima siswa dengan melihat langsung pada benda atau suatu proses yang berkaitan dengan materi yang disampaikan. Pembelajaran fisika di tingkat SMP perlu visualisasi atau contoh-contoh konkret yang bisa dilihat secara langsung, karena hal itu bisa memberikan kesan yang lebih dalam pada ingatan siswa sehingga penggunaan konsep menjadi lebih mantap.

1

Metode mengajar adalah cara penyampaian dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai sasaran-sasaran yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa. Dalam memilih metode belajar harus disesuaikan dengan tujuan pengajaran, materi pelajaran, bentuk pengajaran, fasilitas yang ada dan kemampuan dari pendidik. Pada dasarnya tidak ada satu metode yang ampuh, sebab setiap metode mengajar pasti memiliki kelemahan dan kelebihan.

Ada beberapa metode mengajar yang digunakan dalam proses belajar mengajar yaitu metode ceramah, demonstrasi, eksperimen, diskusi, dan sebagainya. Pada umumnya guru cenderung menggunakan metode mengajar secara informatif atau metode ceramah karena mudah dilakukan. Dalam pengajaran fisika metode ini belumlah cukup, sehingga perlu dikembangkan metode lain sesuai dengan pokok bahasan yang diberikan, misalnya metode demonstrasi. Dengan metode ini siswa dihadapkan pada fakta yang nyata, sehingga proses penerimaan siswa akan lebih berkesan (bermakna) secara mendalam kemudian membentuk pengertian dengan baik dan sempurna.

Metode demonstrasi dapat dikombinasikan dengan metode lain misalnya metode demonstrasi dengan menggunakan media elektronik misalnya animasi flash. Animasi flash dapat memberikan gambaran yang nyata proses atau fenomena fisika pada siswa. Dengan animasi flash siswa akan memperoleh gambaran yang nyata sehingga proses penerimaan siswa akan lebih bermakna.

Evaluasi pengajaran merupakan salah satu bagian penting dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan evaluasi dapat diketahui kemampuan kognitif siswa, seberapa jauh tingkat keberhasilan pengajarannya. Alat evaluasi yang digunakan bisa berupa tes maupun non-tes. Untuk alat evaluasi yang berupa tes, variasi bentuk tes bermacam – macam. Tes obyektif dapat dituliskan dalam bentuk soal cerita maupun kalimat pendek (jawaban singkat). Selain bentuk obyektif terdapat juga bentuk yang lain yaitu bentuk tes subyektif atau esay.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis mencoba melakukan penelitian untuk menyelidiki pengaruh penggunaan pendekatan konstruktivisme dengan metode demonstrasi yang disertai dengan penggunaan media elektronik, dalam hal ini adalah media yang berupa gambar yang diproyeksikan yaitu gambar animasi flash yang diproyeksikan dengan LCD dan alat percobaan terhadap kemampuan kognitif siswa yang kemudian diajukan dalam penelitian dengan judul “PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DISERTAI PENGGUNAAN ANIMASI FLASH DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL PADA POKOK BAHASAN TEKANAN DI SMP”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut :

1. Ada berbagai macam metode mengajar dan pendekatan belajar serta media pembelajaran yang belum optimal dikembangkan oleh guru dalam mengajar.

2. Pemilihan metode mengajar dan pendekatan belajar serta media pembelajaran yang tepat, dapat memberikan hasil yang optimal.

3. Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan kognitif siswa, yaitu faktor intern dan ekstern siswa.

4. Penggunaan media pembelajaran pendukung dapat membantu pemahaman kognitif siswa terhadap materi yang disampaikan.

5. Materi yang menarik untuk dibahas adalah pokok bahasan Tekanan.

6. Banyak indikator yang dapat dipakai untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa.

C. Pembatasan Masalah

Agar penelitian ini lebih terarah dan dapat mencapai sasaran, maka penulis membatasi permasalahan penelitian ini pada :

1. Pendekatan belajar yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah pendekatan konstruktivisme.

2. Pada penelitian ini penggunaan metode demonstrasi yang disertai dengan penggunaan animasi flash.

3. Indikator keberhasilan siswa dalam mempelajari Fisika dilihat dari kemampuan kognitif siswa.

4. Materi pelajaran yang dibahas dalam penelitian ini adalah Tekanan

D. Perumusan Masalah

Dari identifikasi masalah dan pembatasan masalah maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

1. Adakah perbedaan pengaruh antara penggunaan pendekatan konstruktivisme dengan metode demonstrasi disertai animasi flash dengan pendekatan konstruktivisme dengan metode demonstrasi disertai alat percobaan terhadap kemampuan kognitif siswa pada pokok bahasan Tekanan bagi siswa SMP kelas VIII semester I tahun 2008/2009?

2. Adakah perbedaan pengaruh antara kemampuan awal siswa kategori tinggi dan rendah terhadap kemampuan kognitif siswa pada pokok bahasan Tekanan bagi siswa SMP kelas VIII semester I tahun 2008/2009?

3. Adakah interaksi antara penggunaan pendekatan konstruktivisme dengan metode demonstrasi disertai media dengan kemampuan awal siswa terhadap kemampuan kognitif siswa pada pokok bahasan Tekanan bagi siswa SMP kelas VIII semester I tahun 2008/2009?

E. Tujuan Penelitian

Sejalan dengan perumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan pengaruh antara penggunaan pendekatan konstruktivisme dengan metode demonstrasi disertai animasi flash dengan pendekatan konstruktivisme dengan metode demonstrasi disertai alat percobaan terhadap kemampuan kognitif siswa pada pokok bahasan Tekanan bagi siswa SMP kelas VIII semester I tahun 2008/2009.

2. Untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan pengaruh antara kemampuan awal siswa kategori tinggi dan rendah terhadap kemampuan kognitif siswa pada pokok bahasan Tekanan bagi siswa SMP kelas VIII semester I tahun 2008/2009.

3. Untuk mengetahui ada atau tidak adanya interaksi antara penggunaan pendekatan konstruktivisme dengan metode demonstrasi disertai media dengan kemampuan awal siswa terhadap kemampuan kognitif siswa pada pokok bahasan Tekanan bagi siswa SMP kelas VIII semester I tahun 2008/2009.

F. Manfaat Penelitian

Berdasarkan pada tujuan penelitian yang hendak dicapai, maka penelitian ini diharapkan bermanfaat dalam pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Memberikan sumbangan pemikiran bagi seorang guru dalam menggunakan pendekatan dan metode mengajar sehingga tercapai hasil yang maksimal.

2. Memberikan masukan pada calon guru agar lebih memperhatikan masalah-masalah yang terkait dengan pembelajaran sehingga dapat meningkatkan mutu proses belajar mengajar.

3. Memotivasi siswa untuk menyukai Fisika melalui pendekatan keterampilan proses metode demonstrasi yang telah dipadukan dengan penggunaan media pembelajaran terhadap peningkatan kemampuan kognitif siswa pada pokok bahasan Tekanan.

Tidak ada komentar: