photo KoleksiSkripsiHeader.gif HP CS Kami 0852.25.88.77.47(AS), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com

Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Menurut Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 4, Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Dalam kenyataannya menunjukkan bahwa manusia Indonesia sebagaimana yang diharapkan belum dapat diwujudkan oleh semua jenjang dan jenis pendidikan diseluruh Indonesia. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain mutu dan distribusi guru yang masih belum memadai, kurangnya prasarana dan sarana pendidikan, kurikulum yang kurang sesuai dan lingkungan belajar di sekolah maupun dalam keluarga dan masyarakat yang belum mendukung.

Di jenjang pendidikan dasar juga mengalami permasalahan yang serupa. Berdasarkan laporan Bank Dunia (Jalal F, dan Supriadi, 2001 : 120-121) ada beberapa kendala institusional dalam pembangunan pendidikan dasar di Indonesia.

  1. Institusi-institusi pemerintah yang mengelola pendidikan dasar sangat rumit dan kurang terkoordinasi, yaitu antara instansi Depdiknas, Depdagri, dan Depag.
  2. Kebijakan pendidikan pada jenjang SLTP sangat sentralistik sementara instansi vertikal di daerah hanya sekedar melaksanakan petunjuk pusat.
  3. Anggaran pendidikan nasional dikelola secara kaku dan terkotak-kotak baik jenis anggarannya maupun instansi yang menangganinya.
  4. Manajemen pada tingkat sekolah tidak efektif

Menurut Dirjen Dikdasmen (2001) sedikitnya ada tiga faktor yang menyebabkan mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan yaitu pertama, kebijkan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan education production function atau input-input analysis yang tidak dilaksanakan secara konsekuen. Faktor kedua, penyelenggaraan pendidikan nasional dilakukan secara sentralistik dan faktor ketiga adalah peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan sangat minim.

Madrasah Ibtidaiyah sebagai salah satu sekolah dasar yang berciri khas agama Islam juga menghadapi banyak permasalahan baik yang bersifat intern maupun ekstern. Permasalahan yang bersifat intern antara lain jumlah dan kualitas guru maupun siswa yang kurang memenuhi syarat, sarana dan prasarana yang kurang memadai, kurikulum yang kurang fleksibel, kemampuan manajerial Kepala Sekolah yang belum handal, dan mutu pendidikan yang belum optimal. Permasalahan yang bersifat ekstern antara lain semakin menurunnya jumlah anak usia SD sehingga berdampak pada menurunnya jumlah pendaftar di Madrasah Ibtidaiyah, dan banyaknya anak dan orang tua yang lebih menyukai sekolah di SD dari pada sekolah di MI.

Dengan memperhatikan permasalahan yang dihadapi oleh MI maka perlu diambil langkah-langkah untuk meningkatkan mutu pendidikannya sehingga dapat menarik minat calon siswa untuk memasuki MI dan menarik minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke MI.

Berdasarkan keterangan di atas maka perlu diadakan penelitian terhadap pelaksanaan manajemen peningkatan mutu pendidikan pada MI.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan pengamtan yang telah dilaksanakan maka ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh MI :

1. Kemampuan manajerial Kepala Sekolah MI yang kurang memadai

2. Sarana dan prasarana yang belum memadai

3. Mutu pendidikan yang masih rendah

4. Profesionalisme guru MI yang kurang

5. Rendahnya input baik secara kuantitas maupun kualitas

C. Pembatasan Masalah

Karena keterbatasan penulis, maka dalam penelitian ini penulis membatasi permasalahan pada Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana pelaksanaan manajemen peningkatan mutu pendidikan MI di Kecamatan Imogiri ?

2. Faktor-faktor apa yang menghambat manajemen peningkatan mutu pendidikan MI di Kecamatan Imogiri ?

3. Faktor apa yang mendukung pelaksanaan manajemen peningkatan mutu pendidikan MI di Kecamata Imogiri ?

4. Langkah-langkah apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan manajemen peningkatan mutu MI di Kecamatan Imogiri ?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan manajemen peningkatan mutu pendidikan MI di Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul.

Selain itu juga untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat dan yang mendukung pelaksanaan manajemen peningkatan mutu pendidikan MI di Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul serta mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan menajemen peningkatan mutu MI di Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul.

F. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan bisa memberikan manfaat yaitu :

1. Diperolehnya informasi tentang pelaksanaan manajemen peningkatan mutu pendidikan MI di Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul. Atas dasar informasi tersebut dapat disarankan kepada Kepala Sekolah MI untuk mempertahankan bila pelaksanaannya sudah baik atau meningkatkan bila belum baik.

2. Diperolehnya informasi tentang faktor-faktor yang menghambat manajemen peningkatan mutu pendidikan MI di Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul. Dengan informasi tersebut bisa memberi masukan kepada Depag dan MI untuk mengatasinya.

3. Diperolehnya informasi faktor-faktor yang mendukung pelaksanaan manajemen peningkatan mutu pendidikan MI di Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul. Dengan Informasi tersebut bisa menjadi masukan Depag dan MI untuk mengambil kebijaksanaan.

4. Diperolehnya informasi tentang langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan manajemen peningkatan mutu pendidikan MI di Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul. Atas dasar informasi tersebut bisa menjadi masukan bagi Depag dan MI untuk menerapkan langkah-langkah tersebut.

Tidak ada komentar: