Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2009

Perancangan tempat pengaduk pewarnaan handuk berdasarkan aspek ergonomi pada perusahaan handuk Lumintu

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bekerja merupakan pekerjaan pokok bagi seorang operator didalam sebuah perusahaan. Bekerja baik menggunakan fisik, non fisik atau keduanya dapat menimbulkan ketegangan. Ketegangan tersebut dapat berupa ketegangan otot ataupun ketegangan psikis (mental). Ketegangan otot adalah ketegangan yang ditimbulkan oleh kelelahan dari keadaan fisik kita. Ketegangan otot tersebut dapat mengakibatkan keluhan-keluhan kelelahan terhadap otot pada saat bekerja, sehingga dapat mengakibatkan cedera atau penyakit pada operator. Sedangkan ketegangan psikis diakibatkan karena kecapekan dan kondisi yang tidak sehat yang dapat menimbulkan stress kerja. Gangguan stres ini biasanya timbul setelah operator bekerja terus menerus dengan tingkat istirahat yang rendah. Bekerja dengan keadaan tubuh yang tidak normal dapat mengakibatkan rendahnya produktiftas kerja. Perusahaan handuk “LUMINTU” Janti Klaten adalah industri yang memproduksi handuk, saputangan, keset, wash

Peran pondok pesantren Al-Asy’ariyyah Kalibeber Wonosobo dalam pendidikan dan dakwah islam tahun 1962-1994

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Islam di Indonesia telah berlangsung sejak masuknya Islam ke Indonesia. Menurut hasil seminar “Masuknya Islam ke Indonesia” di Medan tahun 1963, Islam telah masuk ke Indonesia sejak abad pertama Hijriah atau sekitar abad VII sampai VIII Masehi. Daerah pertama yang didatangi Islam adalah pesisir pantai Sumatera, dan kerajaan Islam pertama berada di Aceh. Bertolak dari hasil seminar tersebut di atas, diperkirakan sekitar Abad VII-VIII Masehi telah tumbuh pusat-pusat pendidikan di Indonesia. Pada tahap awal, pendidikan Islam ditandai dengan adanya hubungan yang erat antara mubaligh dengan masyarakat sekitar. Selanjutnya sesuai dengan arus dinamika perkembangan Islam, terbentuklah masyarakat muslim. Dengan terbentuknya masyarakat muslim, maka mulailah rumah ibadah (masjid) dijadikan tempat berlangsungnya proses pendidikan Islam. Dalam perkembangan berikutnya, lahirlah lembaga pendidikan Islam di luar masjid. Lembaga ini di Jawa disebu

Peran pengalaman pengguna dalam membentuk perilaku pada penggunaan WLAN oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Setiap organisasi ataupun intividu selalu mengalami suatu perubahan (David, 2002). Saat ini perubahan yang cukup berpengaruh bagi intividu maupun organisasi. Perubahan itu terutama yang berkaitan dengan Informasi dan Teknologi (McLeod, 1995). Informasi menjadi kebutuhan yang penting. Hal ini terpaut pada kenyataan bahwa dengan adanya informasi yang akurat seseorang atau organisasi dapat mengambil keputusan dengan tepat (McLeod 1995:20). Namun demikian informasi yang dibutuhkan sangatlah banyak, kompleks dan beragam. Sedangkan informasi itu harus didapat dan diinterpretasikan secepat mungkin. Dengan adanya peningkatan kualitas teknologi informasi merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi hal itu. Teknologi informasi terus mengalami perubahan. Perubahan teknologi informasi ini berdampak besar bagi organisasi ataupun intifidu setelah diperkenalkanya internet. Dengan adanya teknologi informasi berbasis internet memungkinkan seseorang untuk berkomunikas

Peningkatan prestasi belajar matematika melalui pembelajaran remedial

--> BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap siswa memiliki kepribadian yang unik, antara siswa satu dengan siswa yang lain mempunyai perbedaan yang beranekaragam. Baik dalam tingkat kecerdasan, daya ingat, kondisi fisik, maupun kemampuan dalam mengendalikan emosi. Padahal di sekolah pada umumnya siswa menerima layanan pendidikan yang sama, selain itu proses belajar mengajar di sekolah masih bersifat klasikal, dimana guru lebih mendominasi proses pembelajaran dengan seringnya menggunakan metode ceramah. Sehingga sedikit tuntutan aktif dari siswa akibatnya, ada beberapa siswa yang prestasi belajarnya jauh di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan pada masing-masing Sekolah Dasar. Salah satu mata pelajaran di Sekolah Dasar yang rata-rata hasilnya masih kurang adalah Matematika. Padahal Matematika termasuk dalam salah satu kemampuan dasar yang harus dikuasai siswa disamping membaca dan menulis permulaan. Hal ini d

SKRIPSI : Penilaian validitas nilai keluarga dari kartu deteksi dini risiko alergi untuk diagnosis atopi pada anak di RSUD DR Moewardi Surakarta

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Atopi adalah suatu kecenderungan genetik berkembangnya hipersensitivitas setelah pajanan alergen tertentu yang ditandai dengan peningkatan antibodi IgE dalam sirkulasi (Johansson dan Haahtela, 2004). Penyakit atopi umumnya didapatkan pada usia anak-anak, apabila terdapat penyakit atopi pada dewasa biasanya merupakan kelanjutan penyakit dari semasa anak (Mahmoudi, 2008). Terdapat peningkatan angka prevalensi atopi di negara berkembang dibandingkan di negara maju yang disebabkan perubahan lingkungan dan pola hidup (Johansson dan Haahtela, 2004). Penyakit atopi dipandang sebagai penyakit yang ringan dan biasa dijumpai pada anak, namun dalam perjalanannya ternyata dapat mempengaruhi derajat kesehatan, kualitas hidup serta mortalitas seseorang. Penyakit asma di Amerika Serikat mengakibatkan 2 juta kasus kunjungan ke UGD, 500.000 kasus membutuhkan perawatan serta kematian pada 5000 kasus tiap tahunnya, sehingga asma merupakan penyebab utama seoran

SKRIPSI : Pengukuran Kinerja Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 Cabang Boyolali dengan Metode Balanced Scorecard Tahun 2008

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi saat ini persaingan bisnis meningkat sangat tajam. Banyak peluang bisnis yang muncul dari berbagai sektor, termasuk sektor jasa yang dapat memperluas kesempatan kerja. Persaingan bisnis yang begitu ketat menuntut perusahaan untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Oleh sebab itu perusahaan dituntut melakukan perbaikan terus-menerus. Perusahaan akan dapat melakukan perbaikan bila perusahaan tersebut dapat mengukur kinerjanya dengan baik. Selain dapat melakukan perbaikan, pengukuran kinerja juga dapat digunakan untuk menilai keberhasilan perusahaan dengan membandingkannya dengan kinerja masa lalu. Dalam sistem pengendalian manajemen, pengukuran kinerja perusahaan merupakan usaha yang dilakukan manajemen untuk mengevaluasi hasil-hasil kegiatan yang telah dilakukan untuk masing-masing pusat pertanggungjawaban, dengan jalan membandingkan hasil yang telah dicapai dengan target yang ingin dicapai. Selama ini pengukuran kinerja yang